Obsesi anak bangsa : Menjadi PNS

>> Wednesday, December 3, 2008

Kemarin pas ikutan try out CPNS, ada tips yang menurut saya seperti mengkampanyekan seseorang untuk terus menjadi karyawan. Try outnya diadakan oleh Prima Media, di gedung wanita tama Yogyakarta 30 nov kemarin. Tipsnya begini. Kalau ingin jadi PNS harus bercita-cita sejak kecil ingin menjadi PNS, ketika SMP harus sudah punya impian ingin jadi abdi negara itu. Saya rasa ini sangat bertentangan dengan kampanye membuka lapangan pekerjaan yang digalakkan oleh pemerintah. Menjadi PNS bagi saya menurunkan produktifitas. Menurut beberapa tulisa yang pernah saya baca, dari keseluruhan PNS, hanya 60% saja yang produktif, sisanya seperti kerja bakti di kampung, cuma ikut-ikutan nimbrung, ngerjain sesuatu yang nggak penting biar terlihat bekerja dan produktif. Kalau seperti ini, apa jadinya negara ini?

Tapi boleh buat apa, di indonesia kalau mau hidup enak ya jadi PNS, jadi pekerja swasta (ikut orang) juga pasti ndak enak, apa mau jadi publisher adsense? mungkin itu jawabannya. Kalau jadi PNS ya harus menelan pahit dan busuknya birokrasi, terlebih nanti ada KKN yang sudah menjadi budaya. Saya sendiri tidak percaya kalau KPK bisa membereskan semua perkara korupsi. Memang yang babi besar-besar sudah tertangkap, tetapi jangan dilupakan yang kecil-kecil. Urusan duit sejuta-duajuta yang dikorupsi oleh sekdes, misalnya juga harus di urus. Karena yang besar itu berasal dari yang kecil.

Jadi apa kesimpulannya? hidup fuckin PNS !. Indonesia meradang merdeka !!!

Read more...

Permainan Legalisasi di Lingkungan Pemerintah

>> Monday, November 17, 2008

formasi cpns 2008, pendaftaran cpns 2008
Karena lagi musim CPNS 2008, terpaksa saya sebagai staff tetap media koransore harus mendaftarkan diri dan lomba adu nasib di pendaftaran CPNS 2008 ini. selain ingin mengangkat citra koransore, saya juga bertugas mengawasi tindak korupsi yang ada di lingkungan pemerintahan. Hasilnya, jika saya menemukan tindak korupsi, saya tidak akan segan membeberkannya di harian dan media koransore ini, meskipun karenanya saya gagal diangkat menjadi PNS, tapi tidak masalah. Saya percaya, yang ngasih makan itu Allah, bukan PNS atau negara indonesia tercinta ini.

Ini masalah legalisasi yang saya alami selama mendaftar menjadi CPNS 2008. Disini birokrasi terasa kental sekali, seolah negara ini hanya berisi birokrasi doang, demokrasinya nggak ada sama sekali. Masak untuk urusan fotokopi saja harus dapat legalisasi oleh lurah setempat, SKCK yang baru saja dicari harus dapat legalisasi dan yang paling parah adalah legalisasi kartu kuning. Ini juga sama lho, langsung buat, langsung legalisasi, seolah masalah legalisasi adalah permainan. Karena apa untungnya sih legalisasi (bagi pembuat dan pihak pemerintah, toh dengan membuat SKCK atau kartu kuning, mereka sudah terdaftar).

Lebih gilanya lagi ketika legalisasi kartu kuning, orang yang seharusnya tanda tangan adalah pimpinan dari badan tersebut (apa namanya saya sendiri nggak mau tahu), tapi kemarin malah bawahannya dengan cara memalsu tanda tangan atasannya. Dan jelas ia (bawahan itu) pasti disuruh oleh atasan. Ini jelas bahwa legalisasi hanya sebuah permainan. sesuatu yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Untuk apa melegalisasi kalau orang yang seharusnya melegalisasi tidak mau (atau bukan kelasnya), malahan dengan cara menyuruh bawahannya. Jadi, birokrasi ini cuma main-main saja. Seharusnya jika pemerintah menggalakkan gerakan hemat energi, mulailah memangkas birokrasi yang sia-sia ini. Salam fuck....!!

Read more...

Survey Pernikahan Dini

>> Tuesday, November 11, 2008

Kemarin saya survey kecil kecilan, saya bertanya kepada beberapa ahkwat lewat YM lho, jadi saya nggak bertatap muka langsung. Saya tanya kepada mereka, apa mereka mau dinikahi ketika baru berumur 12 tahun, sama seperti lutfina ulfa? kebanyakan tidak mau, bahkan bisa dibilang tidak ada yang mau. Ini menunjukkan pernikan ulfa dan syeh puji ada unsur tanda tanya nya, ada berbagai macam alasan:harta, ekonomi, hutang, paksaan cinta. Yang pasti itu sesuatu yang ganjil dan tidak beres dan juga menuntut untuk selalu dibereskan seperti muka syeh fuckin puji yang harus dibereskan. Atau kalau tidak ya... berarti lutfina ulfa memang special one.

Read more...

About This Blog

media independent indonesiaKoran sore adalah media independen dan non profit yang mengutamakan kritis dalam berpikir, objectiv dalam menulis dan bicara serta berani dalam kebenaran. Dalam media koransore, tidak ada yang ditutup-tutupi, semuanya diulas jika sesuatu itu pantas untuk diulas. Media koran sore fokus pada masalah politik, budaya, kenegaraan dan patrotisme juga hal-hal yang berbau kontroversial.

Pelanggan Koransore

  © Blogger template Inspiration by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP